Perpustakaan Daerah Didorong Jadi Mitra Strategis Perpusnas

Gallery image

Perpustakaan Daerah Didorong Jadi Mitra Strategis Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Perpustakaan di daerah memiliki peran sebagai mitra strategis dalam Pengembangan literasi dan budaya baca masyarakat. 

 

Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, saat menerima audiensi Bupati Bungo, Dedy Putra, di Ruang Rapat Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Perpusnas, Jumat (25/7/2025).

 

Kepala Perpusnas menyampaikan komitmen Perpusnas untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah daerah untuk membangun citra dan fungsi perpustakaan. Terlebih masih adanya stigma bahwa perpustakaan tempat 'buangan' bagi pegawai yang tidak produktif.

 

"Selama ini, perpustakaan daerah kerap dianggap tempat ‘buangan’. Orang yang ditempatkan di sana dianggap tidak produktif. Ini yang harus kita ubah,” ujar Aminudin.

 

Ia menambahkan bahwa pengalamannya di Badan Bahasa Kemdikbudristek menunjukkan bahwa perubahan stigma bisa dilakukan dengan pendekatan strategis. 

 

“Saya bukan pustakawan, saya seorang linguis. Ketika saya memimpin Badan Bahasa, lembaga itu juga dianggap sebelah mata. Tapi dalam waktu empat tahun, stigma itu berubah. Sekarang, saya ingin melakukan hal yang sama di Perpusnas,” jelasnya.

 

Kepala Perpusnas menjelaskan, saat ini ada pengaturan ulang mekanisme penyaluran bantuan buku. Seluruh bantuan dari Perpusnas baik buku, motor dan mobil perpustakaan keliling, hingga sarana lainnya harus melalui Dinas Perpustakaan di Kabupaten/Kota. Skema ini bertujuan meningkatkan peran aktif dinas perpustakaan daerah dalam mendata, membina, dan mengawasi kegiatan literasi.

 

"Kami tidak lagi menerima permohonan langsung dari komunitas atau desa. Semua harus melalui dinas perpustakaan agar ada supervisi yang jelas," jelasnya.

 

Ia menambahkan bantuan bahan bacaan bermutu yang merupakan salah satu program prioritas Perpusnas ini, menyasar berbagai lini. Diantaranya, taman bacaan masyarakat, puskesmas hingga Lembaga pemasyarakatan. Mekanisme pendataan  dan verifikasi tetap dilakukan oleh dinas perpustakaan daerah.

 

"Kami tentu saja menyambut baik niat pak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bungo untuk mengembangkan program yang sangat beririsan dengan tugas yang diemban oleh Perpusnas," imbuhnya.

 

Sementara itu, Bupati Dedy menjelaskan Kabupaten ungo berada di posisi strategis yang dikelilingi oleh beberapa kabupaten di Jambi dan berada di tengah Pulau Sumatera. Wilayah ini berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru di Sumatera, mirip dengan kota seperti Solo, Malang atau Cirebon.

 

"Daerah ini menjadi Tujuan banyak pendatang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Palembang," ujarnya.

 

Bupati mengaku, minat baca masyarakat masih rendah, sehingga literasi masih menjadi tantangan. Pihaknya berharap adanya Pengembangan literasi dapat mendukung visi nasional dalam menciptakan generasi emas.

 

"Kami ingin menjadikan Kabupaten Bungo sebagai daerah maju dengan kualitas SDM tinggi, terutama dalam literasi," harapnya.

 

Reporter: Wara Merdeka

 

Dokumentasi: Aditya Irfan

 

Galeri