Perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah Butuh Komitmen dan Dukungan Berkelanjutan

Gallery image

Perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah Butuh Komitmen dan Dukungan Berkelanjutan

Salemba, Jakarta — Meskipun memiliki fasilitas yang cukup memadai, kondisi perpustakaan di Bangka Tengah saat ini dinilai mengalami “mati suri”. Kurangnya program literasi yang berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam membangkitkan minat baca masyarakat.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Nani Suryani, menyampaikan bahwa program literasi yang baik tidak akan berjalan maksimal tanpa pengawalan dan komitmen dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Kalau punya program baik tetapi tidak dikawal daerah dan pusat, maka tidak akan berjalan dengan baik. Diperlukan komitmen untuk memperjuangkan niat baik tersebut,” ujar Nani saat menerima kunjungan audiensi Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (7/8/2025).

Perbedaan kondisi antara desa dan kota menjadi faktor penting dalam rendahnya minat baca. Di Bangka Tengah, masyarakat umum di beberapa desa bahkan masih ditemukan warga berusia 60 tahun yang belum bisa membaca.

Meski demikian, Nani melihat adanya harapan. “Masyarakat sekarang sudah mulai mau sedikit untuk membaca. Semoga sedikit demi sedikit bisa naik,” jelas Murzana, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah.

Perpusnas telah menggulirkan berbagai program bantuan literasi. Namun, keberlanjutan program tersebut seringkali terhenti. Kegiatan seperti Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) telah dikirim ke daerah, namun tanpa kelanjutan dari pemerintah daerah, dampaknya tidak akan maksimal.

“Perpusnas sudah memberikan stimulan. Daerah harus mau melanjutkan. Harus ada gayung bersambut, membersamai program yang pusat berikan,” tegas Nani.

Tahun 2025, Perpusnas kembali mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik berupa kegiatan literasi. Dinas perpustakaan di Bangka Tengah diharapkan segera merespons peluang ini agar tidak tertinggal dalam mendapatkan bantuan.

Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk berkegiatan, berinovasi, dan bersosialisasi. Perpusnas mendorong agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) di Bangka Tengah lebih menyoroti aspek inklusifitas dan membangun sinergi lintas sektor.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Maya Dwie Kusumah menyoroti bahwa Bangka Tengah telah memiliki fasilitas fisik yang memadai, termasuk gedung perpustakaan baru empat lantai yang menghadap laut, menggantikan bangunan cagar budaya sebelumnya. Namun, ia menekankan perlunya penguatan aspek nonfisik.

“Fasilitas sudah ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsep dan strategi untuk menarik pembaca agar datang ke perpustakaan,” ujar Maya.

Ia juga mengkritisi kurangnya kepekaan DKP dalam mencari dukungan dan mengoptimalkan potensi yang ada.

Menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan dan partisipasi aktif masyarakat adalah bagian dari perjuangan membangun literasi, bukan sekadar menghadirkan buku. Komitmen daerah pun menjadi kunci agar perpustakaan benar-benar menjadi gerbang peningkatan pengetahuan dan kemajuan masyarakat.

 

Dokumentasi: Ahmad Kemal

Reportase: Sonia Adelina

Galeri