Perpustakaan Harus Jadi Ruang Kreatif bagi Masyarakat

Gallery image

Perpustakaan Harus Jadi Ruang Kreatif bagi Masyarakat

Jakarta, Perpustakaan sudah tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membava, tetapi juga harus menjadi ruang kreatif dan pusat pembelajaran kontekstual bagi masyarakat.

 

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar dalam Pertemuan Sebaya Regional I Tahun 2025 Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (9/10/2025).

 

"Kita harus melihat perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tapi juga ruang berbagi pengalaman, berkreasi, dan meningkatkan keterampilan hidup," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia, menjelaskan bahwa dalam RPJMN 2025–2029, penguatan literasi, kreativitas, dan inovasi telah ditetapkan sebagai program prioritas nasional dalam pemerintahan baru. 

 

“Perpustakaan memiliki peranan penting dalam mewujudkan penguatan sumber daya manusia, pemajuan kebudayaan, dan pembentukan karakter bangsa,” tambahnya.

 

Perpusnas, lanjutnya, terus berupaya memperluas jangkauan literasi melalui beberapa program. Diantaranya, bantuan buku bacaan bermutu, KKN Tematik Literasi dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima).

 

"Kami juga mendorong pemerintah desa untuk mengintegrasikan program literasi dalam penggunaan dana desa, sebagaimana yang telah diatur dalam kerja sama antara Perpusnas dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi," lanjutnya.

 

Deputi mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi dalam gerakan literasi nasional. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi satu sama lain, karena setiap pengalaman yang dibagikan agar menjadi ide, kreasi dan inovasi untuk layanan perpustakaan.

 

"Dari membaca menuju berkarya, tidak ada karya inovatif tanpa pengetahuan yang lahir dari literasi yang kuat," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Nani Suryani, mengatakan kegiatan ini sebagai forum yang mempertemukan para pengelola perpustakaan dari berbagai daerah provinsi, kabupaten/kota, maupun desa dan kelurahan, mitra program TPBIS.

 

"Forum ini kita hadirkan untuk saling berbagi pengalaman pengetahuan dan praktik baik untuk kita sama-sama belajar yang harapannya dapat di replikasi," katanya.

 

Sebagai informasi, kegiatan Dengan tema "Transformasi Perpustakaan: dari Membaca ke berkarya"  ini mempertemukan pengelola perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, maupun desa dan kelurahan, mitra program TPBIS dari berbagai daerah yang diselenggarakan pada dua tahap 7 dan 9 Oktober 2025. Regional I diantaranya Jawa, Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara.

 

Reporter: Wara Merdeka

Galeri