Perpustakaan Menjadi Tulang Punggung Pembangunan Manusia
Salemba, Jakarta - Literasi menjadi tulang punggung dan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Demikian disampaikan Pustakawan Ahli Utama (Pustama) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Deine Pangalila, saat menyampaikan apel pagi secara daring, Senin (20/10/2025).
Dalam arahannya, Deine menyampaikan bahwa, perpustakaan yang inklusif dan adaptif menjadi tulang punggung pembangunan manusia yang berkelanjutan dan berkeadilan, sejalan dengan semangat undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Hal ini menunjukan bahwa literasi sangat penting untuk mendukung pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Salah satu elemen fundamental yang mendukung visi ini adalah literasi kuat yang dapat mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di kancah global.
“Kemampuan literasi berfungsi sebagai fondasi dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Anak-anak dengan kemampuan literasi yang baik akan lebih mudah menyerap dan mengembangkan pengetahuan yang mereka pelajari, sehingga berkontribusi pada pembentukan generasi yang kompeten,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Deine juga menyampaikan bahwa, perkembangan teknologi informasi khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa kecerdasan buatan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan perpustakaan.
“Implementasi AI di perpustakaan memungkinkan otomatisasi layanan sehingga menjadi lebih efisien, personalisasi rekomendasi bahan bacaan sesuai kebutuhan pengguna, hingga pengelolaan koleksi digital yang lebih optimal. Dengan demikian, perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi pusat penyimpanan sumber ilmu, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang inovasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini,” jelasnya.
Pada akhir kesempatan, Deine mengajak pada momentum Hari Perpustakaan Sekolah Internasional yang jatuh pada 18 Oktober ini, untuk menumbukan budaya aktivitas dan inovasi layanan perpustakaan serta menguatkan kolaborasi antara guru, pustakawan dan siswa dalam membangun ekosistem literasi yang hidup.
Reporter: Aji Anwar
Editor: Gilang Arwin S.






