Perpustakaan Nasional Timor-Leste Dibangun, Perpusnas Siap Transfer Pengetahuan

Gallery image

Perpustakaan Nasional Timor-Leste Dibangun, Perpusnas Siap Transfer Pengetahuan

Jakarta - Humas Perpusnas. Pembangunan perpustakaan nasional Timor-Leste memasuki tahap persiapan penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia. Pemerintah Timor-Leste mengusulkan peluang kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan perpustakaan, digitalisasi koleksi, pengembangan SDM, dan peningkatan mutu layanan.

 

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi delegasi Timor-Leste yang dipimpin Secretary of State for Arts and Culture Timor-Leste, Jorge Soares Cristovão, bersama Kepala Perpusnas, E. Aminuddin Aziz pada Kamis, (13/8/2026).

 

Jorge menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur perpustakaan nasional Timor-Leste ditargetkan selesai pada pertengahan tahun depan. Karena itu, pemerintah Timor-Leste mulai menyiapkan sumber daya manusia dan sistem yang dibutuhkan, termasuk pengelolaan katalog, perpustakaan digital, serta sistem manajemen perpustakaan.

 

"Kita ingin mempersiapkan human resource, sistem digitalisasi katalog yang bisa kita jalankan ke depan," ujarnya.

 

Menurutnya, kebutuhan penguatan SDM menjadi penting karena sejumlah staf Timor-Leste yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Perpusnas memiliki waktu belajar yang relatif singkat. Pada 2012, sebanyak delapan orang mengikuti pembelajaran di Perpusnas, kemudian 10 orang pada 2017, dan sembilan orang pada 2024.

 

Oleh karena itu, Timor-Leste berharap kerja sama mendatang dapat memberikan pelatihan yang lebih terstruktur sehingga tenaga yang akan mengelola perpustakaan nasional memiliki kompetensi sesuai standar pengelolaan perpustakaan.

 

"Bagaimana mereka bisa melakukan pengolahan perpustakaan ini yang kita harapkan," tambahnya.

 

Kepala Perpusnas menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa dukungan Perpusnas dapat mencakup pengembangan koleksi, pembinaan perpustakaan, pengelolaan katalog, preservasi dan digitalisasi naskah, standardisasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

 

"Ini tentu merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk bisa berbincang dan menyampaikan apa yang bisa kita jadikan fokus di dalam kerja sama kedua negara," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, proses penyusunan kerja sama akan dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar naskah kerja sama dapat diproses sesuai ketentuan. Perpusnas juga akan berkoordinasi dengan pihak Timor-Leste untuk menyusun konsep dan draf kerja sama.

 

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menambahkan bahwa ruang lingkup kerja sama dapat mencakup tiga aspek utama, yaitu pengembangan koleksi, penerapan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan sumber daya manusia perpustakaan.

 

Dalam aspek teknologi, Perpusnas menawarkan pemanfaatan INLISLite, aplikasi pengelolaan perpustakaan yang telah digunakan oleh berbagai perpustakaan di Indonesia. Aplikasi tersebut mendukung standar pengelolaan perpustakaan, metadata, serta interoperabilitas data sehingga dapat mendukung pengembangan jejaring perpustakaan digital.

 

"Perpustakaan digital prinsipnya adalah jejaring atau networking. Dengan penggunaan aplikasi INLISLite, tentu saja sudah sangat mendukung berbagai macam penerapan standar-standar kebakuan terkait dengan pengelolaan bahan perpustakaan," jelasnya.

 

Ia juga membuka peluang pelaksanaan pelatihan bersama, magang, riset, dan publikasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas pengelola perpustakaan Timor-Leste. Perpusnas akan menyiapkan PIC untuk mengawal komunikasi dan penyusunan draf kerja sama hingga tahap penandatanganan.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto menjelaskan bahwa Perpusnas memiliki pengalaman dalam pengelolaan pengetahuan dari pengembangan koleksi, pengelolaan metadata dan katalog, layanan perpustakaan, hingga preservasi dan digitalisasi koleksi.

 

Perpusnas juga siap memberikan bimbingan teknis mengenai pengelolaan koleksi digital serta meningkatkan kapasitas pustakawan dan pengelola perpustakaan, termasuk melalui pelatihan secara virtual.

 

Dukungan terhadap pembangunan perpustakaan nasional Timor-Leste juga mencakup aspek pembinaan dan penjaminan mutu. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar menjelaskan bahwa Perpusnas memiliki tugas membina berbagai jenis perpustakaan sekaligus memastikan penerapan standardisasi dan akreditasi.

 

Selain itu, Perpusnas memiliki pengalaman dalam membangun budaya baca dan literasi melalui berbagai program, termasuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

 

"Kami dari Kedeputian II bisa memberikan dukungan kesiapan daripada dimensi tugas ini nanti bisa terlaksana dengan baik," ujar Adin.

 

Menurutnya, pengalaman Indonesia dapat menjadi referensi bagi Timor-Leste dalam membangun perpustakaan nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan pengetahuan, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat.

 

Rencana kerja sama tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup ruang lingkup kerja sama, mekanisme pelaksanaan, serta penguatan SDM dan sistem perpustakaan.

 

National Director for Libraries and Museums Timor-Leste, João Fátima da Cruz berharap kerja sama tersebut dapat memberikan pembelajaran yang lebih mendalam bagi tenaga perpustakaan Timor-Leste sehingga mampu menerapkan praktik pengelolaan perpustakaan sesuai standar yang berlaku.

 

Kerja sama Indonesia dan Timor-Leste di bidang perpustakaan diharapkan menjadi langkah awal pertukaran pengetahuan, penguatan SDM, dukungan teknologi, pengembangan koleksi, serta pembinaan dan standardisasi, Perpusnas siap berbagi praktik baik untuk mendukung pengembangan perpustakaan di Timor-Leste. *** (SA/Ed:DRS/Dok:AIF)

Galeri