Perpustakaan sebagai Fasilitator Pengetahuan, Hubungkan Pemustaka dengan Informasi yang Terpercaya

Gallery image

Perpustakaan sebagai Fasilitator Pengetahuan, Hubungkan Pemustaka dengan Informasi yang Terpercaya

Jakarta - Humas Perpusnas.  Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto menegaskan kembali bahwa peran perpustakaan telah bertransformasi dalam menyediakan akses informasi yang relevan, akurat, dan terpercaya. Hal ini disampaikan dalam Webinar Pengembangan Koleksi Perpustakaan PUSPA PEMUSTAKA Seri ke-40 dengan tema 'Dari Pengadaan Koleksi ke Penyediaan Koneksi Informasi'.

 

"Diskusi hari ini menegaskan kembali bahwa peran perpustakaan telah bertransformasi. Kita tidak lagi hanya menjadi 'penjaga buku', melainkan 'fasilitator pengetahuan' yang menghubungkan pemustaka dengan informasi yang relevan, akurat, dan terpercaya," tegasnya, Rabu (26/8/2026).

 

Ia mengatakan, pengembangan koleksi yang berorientasi pada kebutuhan pemustaka, disertai dengan penguatan konektivitas informasi, menjadi bagian penting dalam membangun perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

 

"Saya berharap ilmu, gagasan, serta praktik baik yang kita peroleh hari ini dapat diimplementasikan di masing-masing institusi, sehingga kita bersama-sama memperkuat ekosistem literasi nasional," katanya.

 

Sementara itu, Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Indra Astuti menjelaskan pengembangan koleksi tidak lagi dapat dilakukan semata-mata berdasarkan asumsi atau tren sesaat. Tetapi, harus bertumpu pada data, analisis, serta pemetaan kebutuhan yang terukur. 

 

Hal ini sejalan dengan Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 6 Tahun 2022 tentang Kebijakan Pengembangan Koleksi, setiap proses pengadaan, seleksi, dan evaluasi koleksi harus berlandaskan kebutuhan informasi pemustaka. "Pendekatan tersebut memungkinkan perpustakaan menghadirkan sumber informasi yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," jelasnya.

 

Selama ini, lanjut Indra, pengembangan koleksi perpustakaan secara konvensional lebih banyak dipahami sebagai kegiatan menghimpun bahan perpustakaan melalui seleksi dan pengadaan, antara lain melalui pembelian dan penerimaan hadiah atau hibah. Koleksi yang diperoleh kemudian menjadi bagian dari aset perpustakaan untuk diolah, disimpan, dan dilayankan kepada pemustaka.

 

Namun, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah ekosistem informasi dan pengetahuan. Masyarakat kini dapat memperoleh informasi melalui beragam format dan platform, baik dalam bentuk tercetak maupun digital. Kondisi tersebut turut mengubah cara perpustakaan mengembangkan dan menyediakan koleksi.

 

"Perubahan ini menempatkan perpustakaan bukan hanya Sebagai institusi yang menghimpun dan menyimpan Koleksi, tetapi Sebagai penghubung antara pemustaka dan sumber informasi yang dibutuhkan. Maka, keberhasilan Pengembangan koleksi diukur dari sejauh mana informasi tersebut tersedia, relevan, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan pemustaka," terangnya.

 

Indra menyampaikan, sampai Juli 2026 Perpusnas telah menghimpun dan mengadakan bahan perpustakaan sejumlah 3.749.469 judul dengan 10.031.419 eksemplar, yang terdiri dari: Koleksi Deposit : 2.421.602 judul / 4.172.507 eksemplar, Koleksi Layanan : 1.327.867 judul / 5.858.912 eksemplar

 

"Di antara Koleksi Layanan, terdapat koleksi e-book dan buku digital dalam negeri yang dapat diakses oleh pemustaka secara daring melalui aplikasi iPusnas dan BintangPusnas Edu. Selama terhubung dengan koneksi jaringan internet, pemustaka dapat mengaksesnya dan memanfaatkan semua sumber informasi dan pengetahuan yang ada di dalamnya secara gratis," pungkasnya. *** (WM/Ed: DRS/Dok: ATK)

 

Galeri