Peserta Apresiasi Penyelenggaraan Perpusdeskel dan Masyarakat Belajar Tinjau Fasilitas Layanan Perpusnas

Gallery image

Peserta Apresiasi Penyelenggaraan Perpusdeskel dan Masyarakat Belajar Tinjau Fasilitas Layanan Perpusnas

Jakarta - Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Desa/Kelurahan (Perpusdeskel) dan Masyarakat Belajar baru saja usai digelar. Seleksinya dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sebanyak 24 perpustakaan berhasil lolos sebagai finalis Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 12 perpustakaan desa dan kelurahan serta 12 perpustakaan masyarakat, seperti Taman Bacaan Masyarakat(TBM), Komunitas, maupun Pustaka Bergerak.

Sebagai informasi, penilaian tahap seleksi peserta terbagi menjadi empat wilayah, yakni wilayah 1 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Sumatera; wilayah 2 terdiri dari provinsi yang berada di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur; wilayah3 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Pulau Kalimantan dan Sulawesi; serta wilayah 4 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Pulau Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, para peserta melakukan kunjungan ke Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Mereka berkeinginan mempelajari praktik baik yang ada di sana.

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, Senin (27/10/2025). Pada kesempatan itu pula, ia mengucapkan selamat dan apresiasi atas prestasi yang telah mereka raih.

Suharyanto juga berharap agar mereka terus melakukan terobosan dan inovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. "Ciptakan perpustakaan yang transformatif dalam meningkatkan budaya baca dan literasi untuk mewujudkan bangsa yang bermartabat, demi menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut, Deputi Suharyanto berpesan agar budaya baca senantiasa diperkuat dan kecakapan literasi masyarakat ditingkatkan. "Jangan lupa juga untuk selalu meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sesuai standar yang berlaku, serta memperkuat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," pungkasnya.

 

Reporter: Basma Sartika

Editor: Dyah Sugiyanto

Dokumentasi: Putu Handira

Galeri