Program Magang Berdampak 2025 di Perpusnas Resmi Ditutup

Gallery image

Program Magang Berdampak 2025 di Perpusnas Resmi Ditutup

Salemba, Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) secara resmi menutup Program Magang Berdampak 2025 yang dilaksanakan di Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Pustaka (Pusbiola). Program ini diikuti sebanyak 70 mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

 

Sekretaris Utama (Sestama) Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan, bahwa Program Magang Berdampak merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (kemendikti Saintek). Program ini bertujuan memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus menyiapkan mahasiswa siap kerja yang berdampak positif.

 

"Atas nama Perpusnas, saya menyampaikan selamat dan terima kasih yang setinggi-tingginya pada 70 mahasiswa magang berdampak yang telah berpartisipasi aktif selama program ini langsung," ungkapnya dalam Penutupan Magang Berdampak 2025 Perpusnas, Jumat (19/12/2025).

 

Ia mengatakan, kehadiran mahasiswa magang telah memberikan warna baru dan energi segar dalam berbagai kegiatan di Pusbiola. Selama beberapa bulan pelaksanaan magang, para peserta terlibat langsung dalam proses kerja, khususnya pada kegiatan pengolahan data dan entri bibliografi, sehingga tercipta dinamika kerja yang produktif dan kolaboratif.

 

"Teman-teman magang tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori. Tetapi juga praktik langsung di lapangan. Kontribusi ini sangat berarti dalam mendukung misi Perpusnas untuk mewariskan budaya bangsa serta mewujudkan transformasi perpustakaan," katanya.

 

Joko juga menyampaikan kebanggaannya atas semangat yang ditunjukkan para peserta selama menjalankan tugas di Pusbiola. Menurutnya, pengalaman magang ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Sebagai calon pustakawan profesional di masa depan.

 

"Saya mengucapkan terima kasih Kepada para mentor dan pembimbing atas kesabaran, ketekunan, serta dedikasi dalam mendampingi mahasiswa. Apresiasi juga kami sampaikan Kepada Kemendikti Saintek atas dukungan dan kolaborasi yang mendorong terciptanya kerja nyata yang siap pakai," ujarnya.

 

Sebelum kembali ke kampung masing-masing, Sestama berharap para peserta membawa pulang pengalaman berharga dan melanjutkan peran sebagai agen perubahan di lingkungan akademik maupun masyarakat.

 

“Bawalah semangat ini kemanapun kalian berada. Teruslah menggali hal-hal baru dan pahami bahwa peran pustakawan tidak hanya mengelola buku, tetapi juga menjadi penggerak pengetahuan, inovasi, dan transformasi informasi,” harap nya.

 

Sementara itu, salah satu peserta magang berdampak, Kania Dama Putri dari Universitas Airlangga mengaku memperoleh banyak pembelajaran terkait proses katalogisasi an penginputan bahan bibliografi. Pendamping intensif dari para mentor dan dukungan rekan satu tim membantunya dalam proses adaptasi terkait tugas sehari-hari.

 

"Selain tugas utama, kami juga mendapatkan pembelajaran tambahan, seperti pemahaman metadata perpustakaan, serta dasar-dasar preservasi Koleksi. Saya berharap program ini dapat dilanjutkan karena sangat bermanfaat," ujarnya.

 

Senada dengan Kania, Muhammad Rasyid Ridho dari Universitas Indonesia menyampaikan  bahwa selama mengikuti Magang Berdampak di Perpusnas, Ia banyak mempelajari best practice di bidang ilmu perpustakaan, khususnya dalam pengolahan bahan pustaka.

 

Reporter: Wara Merdeka

Editor: Dyah Sugiyanto

Dokumentasi: Aji Anwar



Galeri