Reakreditasi Perpustakaan Halau Fenomena Brainrot pada Masyarakat
Jakarta - Humas Perpusnas. Perkembangan teknologi dan digitalisasi menghadirkan tantangan baru dalam memilah informasi, termasuk fenomena brainrot yang dapat memengaruhi cara masyarakat menerima dan mengolah informasi. Kondisi tersebut mendorong perpustakaan untuk memperkuat perannya sebagai ruang belajar dan sumber informasi yang valid dan terpercaya.
“Fenomena brainrot yang muncul akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadikan perpustakaan instrumen yang penting agar informasi yang didapatkan menjadi informasi yang valid dan dapat dipercaya, sehingga dapat mengonstruksi cara berpikir masyarakat kita dengan baik,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, dalam kegiatan Reakreditasi Perpustakaan Universitas Pertahanan (UNHAN), Senin (31/8/2026).
Menurutnya, reakreditasi perpustakaan menjadi bagian penting dalam memastikan mutu penyelenggaraan layanan perpustakaan sekaligus mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Upaya ini sejalan sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang No. 43 tentang Perpustakaan bahwa penyelenggaraan perpustakaan harus sesuai dengan standar nasional agar hak masyarakat dalam akses informasi dan pengetahuan.
Dalam konteks tersebut, Perpusnas mendorong penguatan kerja sama dengan UNHAN melalui sejumlah aspek, seperti pemanfaatan e-resources, digitalisasi perpustakaan, dan penyediaan bahan bacaan.
Lebih lanjut, Adin berharap penguatan perpustakaan UNHAN dapat mendukung penguasaan pengetahuan berbasis pertahanan yang bermanfaat bagi sivitas akademika juga menjadi bagian dari kepentingan pembangunan bangsa.
“Upaya ini agar penguasaan pengetahuan berbasis pertahanan bisa menjadi bagian kepentingan bangsa kita, sehingga penguasaan melalui konteks kecakapan literasi ini mampu mendorong bangsa kita menjadi bangsa yang maju dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.*** (SA/Ed: BS/Dok: AIF)






