Sambut Hari Baca Nyaring Sedunia ke-16, Perpusnas Siapkan Konsep Ramah Anak
Jakarta-Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui tim Layanan Anak Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, bekerja sama dengan Komunitas Membaca Nyaring, Reading Bugs tengah mempersiapkan peringatan Hari Baca Nyaring Sedunia ke-16 (World Read Aloud Day).
Hari besar tersebut setiap tahunnya diperingati oleh dunia pada setiap Rabu pertama di bulan Februari. Tahun ini Perpusnas menggagas konsep Ramah Anak.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan budaya baca dan kecakapan literasi, khususnya bagi anak-anak, pada hari Kamis, (29/1/2026).
“Kegiatan ini akan berlangsung di layanan anak lantai tujuh gedung layanan perpustakaan Perpusnas dan dirancang ramah anak, tanpa rangkaian sambutan pejabat yang formal, agar peserta tidak merasa jenuh. Seluruh konsep acara diarahkan untuk menghadirkan suasana santai, hangat, dan menyenangkan,” bebernya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Baca Nyaring Sedunia, tetapi juga mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan.
Sementara itu, perwakilan Reading Bugs, Julia Budihardja menjelaskan bahwa membaca nyaring merupakan sarana mendekatkan anak dengan buku, sekaligus momentum untuk mengingatkan para orang tua dan orang dewasa akan tanggung jawab mereka.
“Membacakan buku adalah kewajiban orang dewasa, karena itu bagian dari hak anak. Kalau kita ingin anak cinta membaca, maka bukunya harus didekatkan. Kalau tidak, jalannya jadi timpang,” lanjutnya.
“Perpustakaan adalah tempatnya buku. Kalau membaca nyaring tanpa buku rasanya kurang lengkap. Karena itu kami ingin benar-benar mendekatkan anak dengan buku, terutama di layanan anak-anak. *** (AL/Ed:DRS/dok:ATK)
Galeri








