Semangat Hidupkan Literasi Publik, Perpusnas Gelar Pameran ‘Satu Hari Bersama Pustakawan’
Jakarta - Humas Perpusnas. Di balik jutaan koleksi yang tersimpan di perpustakaan, ada dedikasi para pustakawan yang konsisten menghidupkan literasi dan memperkuat budaya baca masyarakat. Semangat itulah yang diangkat dalam pameran bertema "Satu Hari Bersama Pustakawan".
Pameran ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Pustakawan Indonesia sepanjang Juli 2026. Momen ini juga menjadi kesempatan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) mendekatkan profesi Pustakawan kepada publik agar semakin dekat dikenal.
Pameran menampilkan dokumentasi aktivitas pustakawan dari berbagai layanan dan menjadi ruang apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkuat budaya baca di Indonesia. "Semua potret ini adalah cerita tentang manusia-manusia yang mendedikasikan hidupnya demi sebuah impian yang luhur: agar bangsa ini tidak rabun membaca, dan tidak buta akan sejarahnya sendiri," ujar Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto saat membuka pameran di Ruang Pameran Lantai 4 Gedung Layanan Perpusnas, Senin (7/7/2026).
Pameran berlangsung selama tiga pekan, mulai 7 hingga 28 Juli 2026. Pada 7–10 Juli, pameran digelar di Area Pameran Lantai 4 Gedung Layanan Perpusnas, kemudian dilanjutkan di Galeri Budaya Nusantara Lantai 24 pada 11–28 Juli 2026.
Mengusung tema tersebut, Perpusnas mengajak seluruh pustakawan untuk terus berperan aktif dalam pengembangan literasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan dampak nyata bagi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
Dalam sambutannya, Suharyanto mengatakan Hari Pustakawan merupakan momentum untuk merayakan dedikasi, pemikiran yang mencerdaskan, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
"Pustakawan adalah agen perubahan yang menjembatani semesta keilmuan. Setiap tanggal 7 Juli menjadi ruang waktu untuk merayakan dedikasi, pikiran yang mencerdaskan wawasan, dan cinta yang tumbuh dengan anggun di balik lembar-lembar buku," ujarnya.
Menurutnya, melalui pameran tersebut Perpusnas ingin menunjukkan bahwa pustakawan merupakan profesi yang aktif, adaptif, dan memiliki kontribusi nyata dalam membangun ekosistem literasi nasional.
Suharyanto juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Pustakawan sebagai ajang untuk semakin mendekatkan diri dengan perpustakaan dan budaya literasi. Ia berharap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sepanjang Juli dapat memperkuat apresiasi masyarakat terhadap peran pustakawan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Selamat Hari Pustakawan. Teruslah menginspirasi, teruslah menenun benang-benang ilmu, dan menghubungkan bangsa ini dengan semesta raya," tutupnya.
Selain pameran, Perpusnas juga menghadirkan beragam kegiatan literasi sepanjang Juli melalui program "Satu Hari Bersama Pustakawan", dengan rangkaian kegiatan lainnya, antara lain:
- Pameran Hari Pustakawan (6–10 Juli);
- Kelas Literasi Klasika Seri 13 "Rekam Jejak Pustakawan di Indonesia" (7 Juli);
- Kelas Menulis Cerpen untuk Anak SMP (7 Juli)
- Kelas Literasi LibTalk #2 (8 Juli);
- Kelas Literasi Naskah "Naskah Kuno, Pustakawan dan Produksi Pengetahuan" (9 Juli);
- Kelas Literasi Siniar WBS "Saat AI Seolah Menjawab Segalanya, Apakah Pustakawan Masih Dibutuhkan?" (9 Juli);
- Kelas Literasi Anak "Public Speaking" (10 Juli);
- Kelas Literasi Sinema Film Animasi "Awal Perjalanan Raden Mas Ontowiryo & Pangeran Diponegoro, Sebuah Ikon Pergerakan" (13 Juli);
- Kelas Literasi Bimbingan Pemustaka "Berkarya Bersama Pustakawan" (16 Juli); dan
- Kelas Literasi Anak "Science untuk Anak" (25 Juli). *** (SA,FM/Ed:DRS/Dok:AKN/AIF)
Galeri










