Semangat Kartini di Dunia Literasi dan Pendidikan Perempuan
Jakarta-Humas Perpusnas. Semangat perjuangan Raden Ajeng (R.A.) Kartini dalam dunia literasi dan pendidikan menjadi fokus utama pada apel pagi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Senin (27/4/2026).
Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam menyampaikan bahwa momentum ini menjadi refleksi atas pentingnya perluasan akses pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya perempuan.
Menurutnya, sebagai sosok intelektual, Kartini menggunakan membaca dan menulis sebagai sarana perjuangan. Meski hanya mengenyam pendidikan di ELS (sekolah dasar berbahasa Belanda), Kartini tetap aktif memperkaya wawasan melalui berbagai bacaan dan korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda.
“Melalui tulisan yang lugas dan tajam, Kartini mengkritik adat Jawa masa itu yang membelenggu kiprah perempuan. Kartini juga menuangkan gagasan progresifnya dalam tulisannya soal kesetaraan gender dan pentingnya pendidikan perempuan,” ungkapnya.
Nurny menambahkan, semangat literasi yang diperjuangkan Kartini diwujudkan melalui langkah nyata dengan mendirikan sekolah khusus perempuan pada 1903 di lingkungan Kantor Kabupaten Jepara.
“Selain aktif di dunia pendidikan, Kartini juga membantu meningkatkan kesejahteraan pengrajin batik dan pengukir dengan memasarkannya ke para pejabat pemerintahan,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Nurny turut menyampaikan gagasan Sukarno yang memuji Kartini karena pemikirannya yang progresif tentang kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan yang bebas.
“Sukarno menjadikan feminisme ala Kartini sebagai pilihan yang tepat bagi Indonesia. Kartini dijadikannya patron karena berasal dari dan sesuai dengan kepribadian Indonesia,” jelasnya.
Menutup amanatnya, Nurny mengajak seluruh pegawai untuk terus merawat api perjuangan Kartini dan Sukarno dalam meningkatkan akses pendidikan, kesetaraan gender, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.*** (GAS/Ed: BS/Dok: GAS)






