Sestama Perpusnas: Perpustakaan adalah Oase Informasi yang Valid dan Mencerahkan

Gallery image

Sestama Perpusnas: Perpustakaan adalah Oase Informasi yang Valid dan Mencerahkan

Jakarta-Humas Perpusnas. Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso menegaskan di tengah derasnya arus informasi, perpustakaan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang dapat dipercaya sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

"Kiprah nyata Perpusnas diuji, perpustakaan harus hadir berdiri tegak sebagai oase informasi yang valid, objektif, dan mencerahkan. Melalui kekuatan literasi, kita berkewajiban meluruskan disinformasi, meredam tensi sosial, serta mengedukasi masyarakat agar mampu menyaring informasi," tegasnya.

Hal tersebut disampaikan Joko usai melantik dan mengambil sumpah jabatan dari dua pejabat pengawas dan tujuh pejabat fungsional di lingkungan Perpusnas secara hibrida, Senin (6/7/2026).

Kepada pejabat terlantik, Sestama Perpusnas juga menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi merupakan amanah besar dalam memperkuat peran Perpusnas di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang.

"Pelantikan hari ini membawa esensi mandat yang sangat besar mengenai kiprah perpustakaan dalam kondisi saat ini, yaitu situasi sosial dan ekonomi yang sangat dinamis, dan fenomena di mana masyarakat secara terbuka menyampaikan kritik yang tajam dan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah terkait kebijakan-kebijakan pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Joko menitipkan sejumlah pesan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing pejabat terlantik. Kepada dua pejabat pengawas, ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran operasional unit kerja, terutama dalam pengelolaan aspek domestik dan pengamanan aset agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, aman, dan kondusif. 

Sementara untuk satu orang pejabat fungsional pustakawan, ia didorong untuk terus mengembangkan layanan literasi digital melalui penyediaan konten edukatif yang menyajikan informasi secara berimbang, menangkal provokasi, serta memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Bagi dua pejabat fungsional perencana, Joko menekankan pentingnya menyusun perencanaan berbasis dampak (outcome-based planning) yang berorientasi pada penguatan program literasi. Adapun kepada empat pejabat fungsional auditor, mereka diminta memperkuat fungsi pengawasan internal guna memastikan tata kelola keuangan berjalan akuntabel dan mencegah terjadinya penyimpangan maupun pemborosan.

Di penghujung sesi pelantikan, Joko kembali mengingatkan bahwa sumpah jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan tanggung jawab. "Sumpah jabatan yang baru saja diucapkan adalah janji suci kepada Allah SWT, bangsa dan negara. Segeralah beradaptasi dengan tugas jabatan yang baru. Tunjukkan bahwa dedikasi kita tidak diukur dari besarnya anggaran yang dikelola, melainkan dari besarnya andil kita dalam menjaga kedamaian, kecerdasan, dan keutuhan bangsa Indonesia," pungkasnya.*** (AKN/Ed: BS/Dok: AA,PA)

Galeri