Sinergi Lintas Kementerian Perkuat Pengadaan Buku Digital BintangPusnas Edu

Gallery image

Sinergi Lintas Kementerian Perkuat Pengadaan Buku Digital BintangPusnas Edu

Jakarta - Humas Perpusnas, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat tata kelola pengadaan buku digital pada aplikasi BintangPusnas Edu.  Melalui sinergi lintas kementerian, upaya ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas efektivitas layanan pemustaka.

Sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, bahwa BPK mengarahkan agar Perpusnas memperkuat koordinasi dalam proses pengadaan koleksi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Kementerian Agama (Kemenag). 

Melalui Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan, Kemenag berperan dalam penyempurnaan mekanisme seleksi dan penilaian buku. “Pengadaan koleksi BintangPusnas Edu harus mengacu pada hasil penilaian buku dari Kemendikbudristek dan Kemenag untuk menjamin kualitas konten,” terangnya.

Suharyanto menegaskan, penguatan perpustakaan digital menjadi fokus utama Perpusnas dalam periode 2025–2029 untuk mendukung peningkatan budaya baca dan literasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. “Penguatan perpustakaan digital, termasuk pengembangan koleksi digital secara berkelanjutan, menjadi bagian penting dari misi Perpusnas,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) pengadaan koleksi buku digital, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan koleksi digital tidak hanya mendukung transformasi layanan, tetapi juga memperluas peran masyarakat dalam gerakan literasi. Kebijakan ini turut didukung berbagai regulasi, termasuk Peraturan Perpusnas Nomor 6 Tahun 2022 tentang kebijakan pengembangan koleksi.

Dalam arahannya, Suharyanto juga menyampaikan tiga pilar transformasi digital Perpusnas, yakni adaptasi teknologi melalui pengembangan buku digital dalam negeri, dukungan pendidikan melalui penyediaan akses buku digital, serta implementasi program untuk sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi melalui BintangPusnas Edu.

Berdasarkan data tahun 2025, layanan digital Perpusnas menunjukkan tren positif. BintangPusnas Edu mencatat 3.579.611 kunjungan, sementara total kunjungan Perpusnas, baik daring maupun luring, mencapai 17.631.367 pemustaka.

Melalui Rakor tersebut, Perpusnas menargetkan pengadaan koleksi digital yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus menyelaraskan kebijakan lintas kementerian guna meminimalkan temuan di masa mendatang.

Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas, Indra Astuti, menyampaikan bahwa pengembangan koleksi nasional merupakan fungsi strategis yang mencakup penyusunan kebijakan hingga pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan koleksi.

Hingga Maret 2026, total koleksi Perpusnas mencapai 3.626.161 judul dengan 9.870.049 eksemplar, didominasi oleh karya rekam digital. Sementara koleksi yang dapat diakses publik mencakup 211.145 judul buku digital dalam negeri.

Perpusnas juga menyediakan berbagai e-resources, termasuk jurnal internasional seperti Gale dan EBSCO, serta koleksi buku digital dalam dan luar negeri melalui berbagai platform. Pada aplikasi BintangPusnas Edu, tersedia 67.076 judul buku digital, 326 buku audio, dan 189 buku video.

Pemanfaatan koleksi digital tersebut juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, total peminjaman pada platform BintangPusnas Edu mencapai 2.850.026 transaksi, meskipun bersifat fluktuatif mengikuti kalender pendidikan dan periode libur. “Besarnya koleksi yang disediakan Perpusnas berkorelasi dengan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, khususnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan Kemenag, Muchamad Sidik Sisdiyanto, menekankan pentingnya sinergi kurasi dan standarisasi dalam pengadaan koleksi digital, khususnya konten keagamaan. Menurutnya, penilaian buku bertujuan memastikan buku pendidikan agama yang beredar telah memenuhi standar kualitas.

Dalam konteks pengembangan BintangPusnas Edu, ia mengapresiasi inisiatif Perpusnas dalam menghadirkan platform literasi digital yang inklusif. Sidik juga mendorong agar platform tersebut menjadi kanal strategis dalam penguatan moderasi beragama melalui integrasi buku-buku yang telah lolos proses penilaian.

“Kami berharap platform ini dapat menjadi garda depan dalam diseminasi literasi keagamaan yang moderat,” pungkasnya.

Selain itu, Kemenag siap mendukung kurasi koleksi digital, termasuk penguatan literasi keagamaan, digitalisasi manuskrip, serta pengembangan fitur interaktif untuk pembelajaran agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda. *** (AKN/Ed:DRS/Dok:AIF)

Galeri