Status Bukan Hambatan, Perpusnas Lantik 80 PPPK dan Pejabat Fungsional
Salemba, Jakarta—Status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Dengan semangat baru dan latar belakang yang beragam, PPPK diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, inovasi, dan pelayanan publik yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso, dalam acara pelantikan pejabat fungsional dan PPPK di Aula Perpusnas, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Acara ini juga dapat diikuti secara daring melalui platform Zoom.
Joko menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai yang dilantik. Berdasarkan Pertimbangan Teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), pejabat fungsional yang dilantik berjumlah 10 orang, terdiri dari 9 orang melalui jalur promosi (1 Pranata Komputer dan 8 Pustakawan) serta 1 orang melalui jalur perpindahan.
Selain itu, sebanyak 80 PPPK juga resmi dilantik sesuai Keputusan Menteri PANRB Nomor 329 Tahun 2024, yang terdiri dari PPPK Tahap I sebanyak 67 orang, PPPK Tahap II sebanyak 9 orang, dan PPPK paruh waktu sebanyak 4 orang.
“Pelantikan ini merupakan momen penting yang menandai penguatan kapasitas kelembagaan Perpusnas,” sebutnya.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar perubahan status, tetapi sebuah amanah yang menuntut integritas, dedikasi, dan tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
“Jadilah teladan dalam disiplin, komunikasi, dan kolaborasi. Kepada pejabat fungsional, saya berharap saudara-saudara dapat memperkuat tata kelola berbasis keahlian serta mendorong transformasi digital dan inklusi informasi,” tuturnya.
Penguatan kapasitas kelembagaan Perpusnas, lanjutnya, membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh pegawai, baik ASN maupun PPPK. Ia mengajak seluruh pegawai untuk berkontribusi aktif di lingkungan Perpusnas.
“Marilah kita bersama-sama membangun Perpusnas sebagai pusat literasi, dokumentasi, dan pelestarian pengetahuan bangsa yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut dihadiri pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama, pejabat fungsional pustakawan ahli utama, kepala UPT Perpustakaan Proklamator, pejabat administrator, pengawas, serta ketua kelompok kerja di Perpusnas.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Dokumentasi: A. Kemal N. / A. Irfan F. / Kaila B. A.
Galeri










