Tak Sekadar Rutinitas, Apel Pagi Jadi Momentum Refleksi Pengabdian Pelayanan Publik Perpusnas

Gallery image

Tak Sekadar Rutinitas, Apel Pagi Jadi Momentum Refleksi Pengabdian Pelayanan Publik Perpusnas

Jakarta — Humas Perpusnas. Rutinitas apel pagi tidak semestinya dimaknai sekadar sebagai kewajiban administratif birokrasi. Apel pagi harus menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pengabdian pelayanan publik serta memperkuat komitmen dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.

 

“Tugas kita di sini bukan sekadar menjalankan roda tata usaha negara atau memproses data secara mekanis. Lebih jauh dari itu, kehadiran kita adalah bentuk pemenuhan janji sosial negara kepada warganya. Memastikan bahwa setiap kali mereka membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan mencari jawaban, kita selalu hadir untuk memfasilitasinya dengan rasa hormat dan kesetaraan,” ungkap Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara), Senin (7/9/2026).

 

Yeri menegaskan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) merupakan sebuah rumah peradaban, ruang bertemunya masa lalu, masa kini, dan masa depan. Koleksi perpustakaan, mulai dari buku tercetak, koleksi digital, hingga naskah-naskah Nusantara yang telah berusia ratusan tahun, akan bermakna ketika dapat diakses, dibaca, dan dimanfaatkan pemustaka untuk menciptakan pengetahuan baru.

 

“Tak pelak lagi, kita sedang membangun dan menjaga sebuah perpustakaan yang hidup bersama masyarakatnya,” tegasnya.

 

Dalam ekosistem tersebut, Pujasintara mengambil peran sentral sebagai garda terdepan layanan Perpusnas. Menurutnya, pustakawan tidak hanya bertugas menjaga koleksi, namun juga menjadi fasilitator pengetahuan bagi masyarakat.

 

“Melalui tangan-tangan terampil para pustakawan di Pujasintara, pengetahuan didiseminasikan. Kita menjembatani masyarakat dengan informasi yang mereka butuhkan, membimbing mereka menelusuri literatur, dan membuka akses pada kekayaan intelektual bangsa,” ujar Yeri. 

 

Pada kesempatan tersebut, Yeri turut menyinggung Hari Kunjung Perpustakaan yang akan berlangsung pada 14 September 2026. Ia menyampaikan bahwa Pujasintara akan menghadirkan berbagai kegiatan selama satu bulan penuh, mulai dari diseminasi informasi, workshop, hingga pagelaran musik dan tari yang melibatkan kolaborasi lintas unit kerja.

 

“Mari jadikan momentum tersebut untuk kembali memperlihatkan kepada publik bahwa layanan kita selalu hadir, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” imbuhnya.

 

Di akhir amanatnya, Yeri menyampaikan salam perpisahan jelang masa purna tugasnya di Perpusnas. “Merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa dan kebanggaan tersendiri bagi saya, dapat bekerja berdampingan dengan orang-orang hebat. Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala dukungan, kerja keras, dan sinergi yang telah terbangun dengan sangat baik selama ini, khususnya selama kurang lebih 32 tahun saya mengabdi di Perpusnas,” pungkasnya haru.*** (GA/Ed: BS/Dok: GA)

Galeri