Tambahan Anggaran pada 2027, Perpusnas Akan Alokasikan Bantuan Buku

Gallery image

Tambahan Anggaran pada 2027, Perpusnas Akan Alokasikan Bantuan Buku

Bukittinggi - Humas Perpusnas. Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menuturkan, di tengah fase efisiensi anggaran saat ini, Perpusnas direncanakan memperoleh tambahan anggaran pada tahun 2027. Tambahan anggaran ini akan difokuskan untuk alokasi bantuan buku ke lokus-lokus yang membutuhkan. Di antaranya, ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan perpustakaan-perpustakaan desa atau kelurahan.

Aminudin juga menegaskan, bahwa para pengelola TBM dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) bergerak bersama untuk melakukan praktik baik di bidang literasi untuk masyarakat. Jadi tidak ada dikotomi relima dengan pengurus TBM. Ia pun berharap, jumlah relima bisa bertambah. Dari total nasional berjumlah 360, menjadi 500 relima di tahun 2027.

Ia juga menitikberatkan pada fungsi relima sebagai mediator dan katalisator yang memang memahami kondisi di lapangan. Para relawan, menurutnya, dapat bergerak secara perlahan untuk melakukan intervensi dalam pendayagunaan buku-buku Bahan Bacaan Bermutu (B3) yang telah disalurkan ke perpustakaan desa atau kelurahan.  

Dalam lawatan kerja ke Bukittinggi, Kepala Perpusnas menyediakan waktu khusus untuk para relawan literasi. Kesempatan ini dimanifestasikan dalam sebuah dialog, yang mengundang pengelola TBM dan Relima di kawasan Sumatera Barat. Dialog berlangsung pada Minggu (9/8/2026), di Ruang Seminar Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Selaku tuan rumah, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Leksi Hedrifa juga turut hadir.

Setelah mendengar keluh kesah dan masukan dari segenap relima dan pengelola TBM, Kepala Perpustakaan Nasional menyampaikan apresiasi yang tinggi. 

Ia menuturkan, para relawan literasi ini telah bekerja di atas normal. “Mereka telah bergerak dan bekerja karena mengikuti panggilan nurani. Panggilan karena merasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan literasi masyarakat, khususnya di daerahnya masing-masing. “Urusan hasil itu bukan urusan kita. Itu adalah urusan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang menjadi urusan kita adalah, bagaimana kita melakukan sesuatu ikhtiar yang terbaik dulu,” ujar ujarnya memberikan semangat kepada para peserta dialog.

Dalam kesempatan tersebut, Sepriyadi yang merupakan relima yang berbasis di Kabupaten Kepulauan Mentawai menyampaikan, salah satu kendala yang ditemukannya di lapangan adalah kurang termanfaatkannya buku B3 yang ada di desa atau nagari. Hal ini mengusik pikirannya. Sebagai Relima, ia tidak cukup yakin dirinya bisa berperan lebih untuk mengoptimalkan buku-buku tersebut.

Selanjutnya, Hernan Pratama, Relima yang bergerak di Kabupaten Agam menyampaikan  pengalamannya di lapangan. Menurut pengamatannya, buku-buku mengenai sastra dan cerita fiksi lebih menarik perhatian anak-anak di nagari. 

Kesempatan bersua langsung dengan Kepala Perpustakaan Nasional, juga dimanfaatkan betul oleh Rahmi, Relima dari Kabupaten 50 Kota. Pada momen ini, dirinya merasa terharu lantaran bangga menjadi seorang Relima. Baginya, menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri kala berinteraksi dengan anak-anak. 

“Zaman sekarang, perjuangannya untuk membuat anak-anak menyukai membaca dirasakannya cukup berat, karena harus berhadapan dengan gawai yang lebih menarik bagi anak-anak, ujar Rahmi. Tetapi hal ini tak menyurutkan semangatnya. Ia malah tertantang untuk memperkenalkan buku dengan read aloud atau kegiatan menarik lainnya.

Pada dialog ini, Hasan Achari Harahap selaku Ketua Forum TBM Sumatera Barat menyampaikan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional atas program pemberian B3 kepada perpustakaan desa dan TBM. Ia menggarisbawahi, bagaimana buku-buku ini bisa digunakan secara optimal oleh para pemustaka di daerahnya masing-masing. 

Hal senada juga disampaikan Denni Meilizon. Ketua Forum TBM Pasaman Barat ini menuturkan, salah satu solusi supaya buku-buku B3 bisa termanfaatkan secara maksimal adalah dengan menyalurkannya kepada perpustakaan di sekolah-sekolah yang ada di nagari tersebut.

Kegiatan dialog dihadiri puluhan pengelola TBM, serta para relima yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Dialog dikemas secara santai, untuk saling bertukar pikiran mengenai isu-isu literasi yang dialami para relawan di lapangan. Jumaidi selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, berkesempatan membuka dialog. 

Jumaidi menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional, atas program B3 yang disebarkan ke seluruh negeri, termasuk ke Sumatera Barat. Program ini berupa pemberian seribu buku untuk perpustakaan desa atau kelurahan. (JDP/ ed: DRS/ Foto: QR, AP, KF) 

 

Galeri