Tekankan Integrasi Data Spasial dan Pengetahuan Nasional, Perpusnas Jadi Tuan Rumah Bhumandala Award 2025

Gallery image

Tekankan Integrasi Data Spasial dan Pengetahuan Nasional, Perpusnas Jadi Tuan Rumah Bhumandala Award 2025

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Penghargaan Bhumandala, Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial Tahun 2025, yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG) di Auditorium Lantai 2, Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Penghargaan yang telah berlangsung sejak 2014 ini diberikan kepada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan simpul jaringan informasi geospasial secara inovatif dan berkelanjutan.

Sekretaris Utama (Sestama) Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan komitmen Perpusnas dalam memperkuat integrasi antara data spasial dan pengetahuan nasional agar dapat diakses secara luas dan inklusif.  “Penghargaan Bhumandala bukan hanya apresiasi terhadap inovasi, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam membangun ekosistem data dan informasi yang berkualitas, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. 

Perpusnas, lanjutnya, turut mendukung ekosistem data nasional melalui layanan koleksi peta dan foto yang dikelola di Lantai 16. Koleksi tersebut mencakup peta tematik hingga peta historis, termasuk peta tahun 1606 berjudul Insule India Orientalis Pracipua in Quibus Molucca, yang disimpan dalam kondisi konservasi khusus.

Integrasi data spasial dalam layanan perpustakaan dinilai mampu memperkuat literasi spasial masyarakat serta mendukung pemanfaatan data tematik untuk riset, pendidikan, dan penyusunan kebijakan publik.

Kepala BIG, Muh Aris Marfai, mengucapkan apresiasi kepada Perpusnas atas fasilitas yang disediakan. Ia menyebut bahwa Perpusnas merupakan salah satu ruang publik yang paling aktif dimanfaatkan masyarakat dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.500 orang per hari, bahkan pernah mencapai 3.500 pengunjung pada momen tertentu. 

“Terima kasih kepada Perpusnas yang telah menyediakan auditorium yang sangat baik. Kami merasa bangga dapat melaksanakan Bhumandala Award di lingkungan yang begitu aktif melayani masyarakat,” tuturnya.

Aris juga menjelaskan makna Bhumandala, yang berasal dari kata Sanskerta bhumi (bumi) dan mandala (sistem), sebagai representasi sistem pengetahuan kebumian yang menjadi dasar pemanfaatan informasi geospasial.

Kepala BIG yang dilantik sejak 2021 turut memaparkan perkembangan pemetaan nasional, antara lain penyelesaian data peta dasar skala 1:50.000 untuk seluruh Indonesia, pemetaan skala besar 1:5.000 untuk wilayah dengan kebutuhan detail tinggi, dan penyelesaian pemetaan skala 1:5.000 di seluruh Pulau Sulawesi, yang kini dapat dimanfaatkan pemerintah daerah.

Ia menambahkan bahwa standar geospasial nasional mencakup unsur-unsur yang tidak selalu tersedia pada peta komersial, seperti garis pantai, toponimi resmi, kartimetri, batimetri, dan elemen dasar lain yang menjadi fondasi peta tematik. “Kami mendorong pemerintah daerah memaksimalkan data yang tersedia untuk menghasilkan inovasi dan perencanaan yang lebih presisi,” terangnya.

Acara dihadiri pejabat kementerian/lembaga, termasuk Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, para juri, serta para penerima penghargaan. Penghargaan diberikan untuk empat kategori: kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah kabupaten, yang diserahkan langsung oleh pimpinan instansi terkait. Rangkaian kegiatan ditutup dengan ucapan penutup dari Menteri PPN/Bappenas serta penayangan cuplikan Bhumandala Award 2026.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa 

Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhruddin

 

Galeri