Temui Kepala Perpusnas, Kedubes Kosta Rika Sampaikan Minat Kerja Sama dan Perkuat Hubungan Diplomatik

Gallery image

Temui Kepala Perpusnas, Kedubes Kosta Rika Sampaikan Minat Kerja Sama dan Perkuat Hubungan Diplomatik

Jakarta - Humas Perpusnas. Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menyambut baik ketertarikan Pemerintah Kosta Rika untuk menjajaki kerja sama dengan Perpusnas. Menurutnya, peluang kolaborasi tidak hanya dapat dilakukan melalui Kedutaan Besar Kosta Rika di Indonesia, tetapi juga melalui kerja sama antarlembaga perpustakaan kedua negara.

"Kosta Rika menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Kerja sama tersebut tidak hanya melalui perwakilan diplomatik Kosta Rika di Indonesia, tetapi juga berpotensi dikembangkan dengan sistem perpustakaan yang ada di Kosta Rika," ujar Kepala Perpusnas.

Duta Besar Kosta Rika untuk Indonesia, Francisco José Masís Holdridge, menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi lembaga perpustakaan dan arsip saat ini tidak hanya terkait pelestarian dokumen lama. Mereka juga berupaya agar sejarah yang tersimpan dalam dokumen tersebut dapat membantu masyarakat memahami masa lalu sekaligus membangun masa depan.

"Peluang kolaborasi di antara negara-negara dapat membantu kita untuk memahami bagaimana sejarah membentuk suatu bangsa. Selain itu, meskipun sangat mungkin ada banyak perbedaan yang ada di sini atau di negara lain, namun masih banyak hal tentang sejarah dari setiap bangsa yang dapat kita pelajari," ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan hubungan budaya, Kepala Perpusnas menawarkan berbagai fasilitas dan ruang yang dimiliki Perpusnas untuk mendukung kegiatan promosi budaya Kosta Rika kepada masyarakat Indonesia.

"Jika ingin memperkenalkan Kosta Rika kepada masyarakat Indonesia, Perpusnas dapat menjadi tempat yang tepat untuk menunjukkan keunikan Kosta Rika. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui pemutaran film, pameran budaya, maupun berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan pengunjung perpustakaan," ujar Aminudin.

Ia menambahkan bahwa Perpusnas selama ini telah menjadi salah satu lokasi yang sangat diminati. “Berbagai perwakilan negara sahabat dapat menyelenggarakan kegiatan kebudayaan dan diplomasi publik di sini,” terangnya. Karena itu, kami sangat terbuka apabila Kedutaan Besar Kosta Rika ingin memanfaatkan fasilitas Perpusnas untuk memperkenalkan Kosta Rika kepada masyarakat Indonesia," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Francisco mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Kosta Rika saat ini tengah berkolaborasi dengan sejumlah kedutaan negara Amerika Latin untuk menyelenggarakan festival film yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus mendatang.

"Saat ini kami bersama sejumlah kedutaan negara Amerika Latin sedang mempersiapkan festival film yang akan diselenggarakan di Cinepolis. Film-film tersebut akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dinikmati masyarakat. Kami berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal Kosta Rika melalui kegiatan ini," ujarnya.

Selain festival film, Kedutaan Kosta Rika juga berencana memperkenalkan karya sastra anak dari penulis negaranya yang cukup populer. "Kami memiliki penulis yang menghasilkan salah satu buku anak paling banyak dibaca di Kosta Rika. Kami berharap buku tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan suatu saat dapat dibacakan kepada masyarakat di sini," katanya.

Menurut Francisco, semakin masyarakat dunia saling mengenal, semakin besar peluang terciptanya kerja sama. "Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita saling mengenal dengan lebih baik. Perbedaan mungkin ada, tetapi nilai-nilai dasar kemanusiaan tetap sama. Karena itu, kita dapat bekerja sama dan saling mendukung melalui berbagai cara yang yang konstruktif dan saling menguntungkan," tuturnya.

Selain kerja sama kebudayaan, Kosta Rika juga tertarik menjajaki kolaborasi di bidang preservasi dokumen dan arsip. "Arsip Nasional Kosta Rika menyimpan banyak dokumen yang menjadi fondasi sejarah bangsa kami. Sebagai negara tropis, kami menghadapi tantangan yang sama dalam menjaga kelestarian dokumen dari kerusakan akibat iklim dan faktor lingkungan. Karena itu, pertukaran pengalaman dan pengetahuan di bidang preservasi dokumen akan sangat menarik untuk dilakukan," jelasnya.

Selain itu, pihak Kedutaan Kosta Rika juga tertarik untuk menggelar pameran yang saat ini sedang disiapkan bersama komunitas fotografer Amerika Latin. Namun, pihaknya masih harus menunggu selesainya terjemahan film dan buku. Mereka berharap dapat menginformasikan kesiapannya pada pertengahan Juli 2026.

Francisco juga mengusulkan kemungkinan kerja sama yang lebih formal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara lembaga terkait di kedua negara. "Kami melihat peluang untuk membangun kerja sama yang lebih kuat, termasuk dengan Arsip Nasional Kosta Rika. Kemungkinan kerja sama melalui MoU juga menarik untuk dieksplorasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas menjelaskan bahwa Perpusnas memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budaya dan literasi internasional, mulai dari area pameran di lobi utama, ruang pameran di lantai empat, teater berkapasitas 200 orang, mini teater berkapasitas 40 orang, hingga ruang diskusi dan seminar.

"Kami menantikan tindak lanjut dari rencana kerja sama ini. Apabila terdapat kegiatan yang ingin diselenggarakan di Perpusnas, kami siap mendukung agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," pungkasnya. (SA/ Ed: DRS/Dok:AIF)

Galeri