TERANG Warnai Perayaan Natal dan Tahun Baru KORPRI Perpusnas 2026
Jakarta—Humas Perpusnas. Terang bukan sekadar cahaya, melainkan nilai yang hidup berupa tulus dalam pelayanan, empati kepada pemustaka, rajin dan bertanggung jawab, adaptif terhadap perubahan, nyata dalam kesaksian hidup, serta gratitude (bersyukur) dalam setiap tugas. Semangat itu dirangkum dalam akronim TERANG, yang mengemuka di Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 KORPRI Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Senin (27/1/2026), di Jakarta.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menegaskan bahwa peringatan Natal dan Tahun Baru bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum refleksi nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi seluruh pegawai sebagai pelayan publik. “Kita bersyukur dapat berkumpul bersama untuk memperingati Natal dan Tahun Baru 2026. Tema ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’ adalah catatan yang sangat penting, karena Tuhan harus selalu hadir, baik dalam diri kita, di dalam keluarga, maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, nilai kehadiran Tuhan bersifat universal dan menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang sehat secara moral dan spiritual. “Saya sebagai pemeluk agama Islam percaya betul bahwa Tuhan itu ada di mana-mana dan tidak pernah lupa kepada kita. Karena itu, kewajiban kita semua adalah menjaga diri dan menjaga keluarga,” tuturnya.
Aminudin menekankan bahwa keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter. Dari keluarga yang kuat akan lahir pribadi-pribadi berintegritas yang memberi dampak positif di lingkungan kerja dan masyarakat. “Apa yang dibangun di keluarga akan menyebar dampaknya ke lingkungan kerja dan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para purnabakti Perpusnas atas jejak pengabdian yang telah mereka torehkan. “Apa yang hari ini terwujud di Perpusnas adalah tapak-tapak dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami yang masih bertugas hanya meneruskan dan menyempurnakannya agar Perpusnas semakin bermartabat,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh pegawai, tanpa memandang posisi dan peran, untuk terus berkontribusi terbaik sesuai kapasitas masing-masing. “Tidak semua harus menjadi penjaga gawang atau penyerang. Setiap peran penting untuk menentukan kehebatan Perpusnas,” terangnya.
Makna Natal dan Tahun Baru kemudian diperdalam melalui pesan rohani yang disampaikan Pendeta GKI Layur Rawamangun, Christia Kalf, yang mengajak hadirin merenungkan firman Tuhan dari Injil Matius 1:21–24 tentang kehadiran Allah sebagai Immanuel.
Pendeta Christia mengutip refleksi almarhum Pendeta Eka Dharma Putra yang menggambarkan perpustakaan sebagai ruang dialog lintas waktu. “Perpustakaan adalah tempat manusia berdialog dengan masa lalu, menemukan hikmat hari ini, dan memperoleh keberanian menatap masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, peran tersebut selaras dengan panggilan Perpusnas sebagai penjaga peradaban. “Pekerjaan Bapak Ibu bukan sekadar administrasi. Bapak Ibu ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan melalui pengetahuan yang dibagikan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam konteks pelayanan publik, Pendeta Christia mengajak pegawai Perpusnas memaknai terang Natal sebagai kekuatan untuk melayani dengan karakter Kristus, yang nyata dalam kesabaran, ketulusan, integritas, dan tanggung jawab. “Pegawai Perpusnas adalah pembawa terang yang mengarahkan masyarakat menuju dunia literasi dan masa depan yang lebih baik,” lugasnya.
Perayaan diakhiri dengan Serah Terima Kepengurusan POUK Perpusnas RI dari Pengurus Periode 2023–2025 kepada Pengurus POUK Periode 2026–2028. Deine Pangalila, sebagai ketua baru, menggantikan Tubu P.B. Simanjutak.*** (AKN/Ed.DRS/Dok.AA/ATK)
Galeri










