Terkait Erat Aspek Tata Kelola dan Pelaporan Data, Capaian IPLM Tak Selalu Mencerminkan Kondisi Riil

Gallery image

Terkait Erat Aspek Tata Kelola dan Pelaporan Data, Capaian IPLM Tak Selalu Mencerminkan Kondisi Riil

Jakarta, Humas Perpusnas — Capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Tasikmalaya tercatat masih rendah, yaitu 17,64. Karena itu, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong penguatan literasi di Kota Tasikmalaya berbasis penguatan tata kelola data dan aktivasi masyarakat. 

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengapresiasi semangat literasi masyarakat Kota Tasikmalaya yang dinilainya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. “Satu kata bagi saya, Tasikmalaya ini luar biasa. Saya melihat langsung denyut gerakan literasi di masyarakatnya cukup kuat,” ujarnya dalam menerima audiensi Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (28/7/2026).

Aminudin menegaskan bahwa capaian IPLM yang masih rendah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan, melainkan berkaitan erat dengan aspek tata kelola dan pelaporan data. “Persoalannya bukan semata pada kegiatan, tetapi pada data. Banyak aktivitas literasi yang sudah berjalan, namun belum terdokumentasi dengan baik sehingga tidak terhitung dalam penilaian,” jelasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa penguatan literasi ke depan perlu difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan koleksi dan pencatatan kegiatan secara sistematis. “Bagi kami sekarang bukan lagi soal menambah koleksi sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana mengaktifkan koleksi tersebut agar benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret, Kepala Perpusnas mendorong optimalisasi pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya alokasi minimal 10 persen untuk pengadaan buku serta penguatan pelaporan kegiatan literasi berbasis komunitas. “Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten, penambahan koleksi akan meningkat signifikan dan berdampak langsung pada peningkatan indeks literasi. Prinsipnya sederhana, catat apa yang dilakukan dan lakukan apa yang dicatat,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pencatatan kegiatan literasi, termasuk program berbasis komunitas seperti PKK dan inisiatif desa, agar berkontribusi terhadap peningkatan IPLM.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Nurhadisaputra menyinggung IPLM Kota tasikmalaya. Ia menerangkan, nilai IPLM Kota Tasikmalaya dipengaruhi oleh cakupan penilaian yang tidak hanya terbatas pada kinerja dinas perpustakaan.

Nurhadisaputra menyebutkan bahwa kinerja internal dinas perpustakaan Kota Tasikmalaya sebenarnya tergolong baik, dengan nilai mencapai 78. Akan tetapi, nilai tersebut menurun ketika memperhitungkan pembinaan perpustakaan pada satuan pendidikan dan lembaga lainnya.

“Permasalahan utama terletak pada pengembangan koleksi dan kualitas sumber daya manusia di perpustakaan sekolah serta perpustakaan lainnya. Selain itu, kualitas data yang dilaporkan juga masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penguatan literasi berbasis masyarakat, Perpusnas membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan program literasi berbasis masyarakat, termasuk melalui model Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Menurut Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas, Nani Suryani, TPBIS dinilai relevan dengan karakteristik Kota Tasikmalaya yang memiliki potensi kewirausahaan kuat.

“Program ini sebelumnya telah ditawarkan, namun saat itu daerah belum siap. Ke depan kami siap identifikasi kembali untuk tahun 2027 karena program ini tetap menjadi program nasional, tinggal bagaimana aktivitas yang sudah banyak itu bisa terkoordinasi dan tercatat dengan baik,” sebutnya.

Nani memaparkan bahwa TPBIS berperan dalam menghubungkan aktivitas literasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Program ini mendorong perpustakaan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Kami siap mendukung sepanjang ada kesiapan dan komitmen daerah,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti berbagai masukan dari Perpusnas. “Diskusi ini menggugah. Yang penting sekarang semua kegiatan harus tercatat dan harus dilakukan,” optimisnya.

Viman mengatakan akan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk antara dinas pendidikan, dinas perpustakaan, dan dinas komunikasi dan informatika sebagai wali data. Selain itu, Pemkot Tasikmalaya juga akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis masyarakat dan ekonomi kreatif. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: AA)

Galeri