Transformasi Layanan Perpustakaan, Perpusnas Dorong Literasi Inklusif di Tangerang

Gallery image

Transformasi Layanan Perpustakaan, Perpusnas Dorong Literasi Inklusif di Tangerang

Tangerang, Banten — Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, menghadiri kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digelar di Ruang Ex DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/7/2025).

Kehadirannya tersebut menjadi bagian dari upaya Perpusnas memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang inklusif yang mampu menjangkau dan memberdayakan masyarakat secara langsung. 

Dalam kesempatan ini, Adin menjelaskan bahwa TPBIS merupakan pendekatan strategis yang mentransformasikan perpustakaan menjadi pusat kegiatan masyarakat berbasis literasi.

“Transformasi perpustakaan melalui TPBIS mencakup peningkatan layanan, pelibatan masyarakat, dan penguatan literasi sebagai modal sosial dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Adin juga menegaskan bahwa TPBIS telah terbukti memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat. Berdasarkan evaluasi program, sebanyak 91 persen pemustaka mengalami peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, 85,5 persen melaporkan peningkatan prestasi akademik, dan 70,2 persen mendapatkan peluang kerja setelah mengikuti kegiatan literasi di perpustakaan. 

“Ini menunjukkan kalau TPBIS memang memberi perubahan yang positif di lapangan,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Adin menyinggung tantangan besar bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam namun masih menghadapi persoalan kemiskinan.

“Pembangunan di Indonesia itu jadi persoalan. Kita negara yang begitu makmur, sumber daya alamnya melimpah, ada nikel, tanah subur, bahkan tongkat ditancapkan saja bisa tumbuh. Tapi kenapa masih banyak yang miskin?” ungkapnya.

Ia menyampaikan keprihatinannya atas fenomena sosial yang ditemuinya saat menghadiri pameran di Bekasi, dengan ribuan orang memadati lokasi tanpa arah yang jelas.

“Itu persoalan kita bersama. Maka, kehadiran perpustakaan harus mampu menjadi solusi. Hari ini, kita belajar bagaimana peran perpustakaan menjawab tantangan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum (ASDA III) Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli, menyampaikan bahwa perpustakaan desa maupun kelurahan memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian budaya lokal.

"Transformasi perpustakaan bukan hanya soal fisik dan teknologi, tetapi juga tentang menjamin hak masyarakat memperoleh akses informasi dan pengetahuan. Jadikan perpustakaan desa sebagai ruang pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.

Sejumlah 15 perpustakaan desa di Kabupaten Tangerang tercatat sebagai penerima manfaat program TPBIS tahun 2025. Beberapa di antaranya adalah Perpustakaan Desa Matagara, Tobat, Pasanggrahan, dan Talagasari. Bantuan yang diberikan oleh Perpusnas meliputi koleksi buku beserta rak, komputer, dan printer. 

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa

Dokumentasi: Nurhadi / Reza PH

 

 

Galeri