Unhas Manfaatkan Bantuan Perpusnas Sejak 2019, Mobil Perpustakaan Keliling Masih Beroperasi
Jakarta, Humas Perpusnas. Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz menerima audiensi Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Munira Hasjim. Dari pertemuan ini diketahui bahwa pemanfaatan berbagai bantuan yang sudah diberikan Perpusnas kepada Unhas sekaligus membahas peluang kolaborasi untuk penguatan literasi.
Munira Hasjim memaparkan berbagai program dan layanan yang dijalankan Perpustakaan Unhas, termasuk pemanfaatan bantuan dari Perpusnas. Pada 2019 perpustakaan Unhas menerima hibah 20 unit komputer, dan pada 2025, Unhas kembali memperoleh 30 unit komputer. Selain itu, bantuan rak buku dan 10.000 eksemplar buku siap layan pada 2019.
Tak hanya itu, lanjutnya, pada 2022 Perpusnas juga menghibahkan satu unit Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) yang diserahkan pada 23 Desember 2022. Hingga kini, kendaraan tersebut masih aktif digunakan untuk layanan literasi masyarakat.
“Mobil ini tidak hanya digunakan saat car free day, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama fakultas. Saat Ramadan misalnya, mobil perpustakaan dimanfaatkan dalam kegiatan di salah satu pesantren,” jelasnya, Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Perpustakaan Unhas juga mengembangkan layanan digital bernama 'Kubantuki'. Layanan ini berfungsi sebagai pintu masuk terpadu untuk seluruh layanan perpustakaan. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses berbagai layanan digital nasional, termasuk aplikasi iPusnas.
Sementara itu, Kepala Perpusnas menyampaikan pentingnya membangun sinergi dari beberapa pihak yang memiliki tugas dan fungsi terkait penguatan literasi. “Perpusnas memiliki tugas dalam urusan literasi, preservasi naskah, dan standardisasi. Hal-hal tersebut menjadi bidang yang sangat penting untuk dikerjasamakan,” ujarnya.
Aminudin menjelaskan, bahwa Perpusnas tengah melibatkan Unhas dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi yang akan dilaksanakan tahun ini. “Unhas kami ajak untuk terlibat dalam 70 lokus pengembangan literasi. Diperkirakan sekitar 700 hingga 1.000 mahasiswa akan berpartisipasi. Kami ingin menjadikan program ini sebagai flagship bersama antara Unhas dan Perpusnas,” katanya.
Ia juga mengapresiasi upaya Perpustakaan Unhas dalam mengoptimalkan berbagai bantuan yang telah diberikan Perpusnas. “Saya baru mengetahui secara rinci pemanfaatan bantuan ini. Terima kasih karena bantuan tersebut telah dioptimalkan. Namun, untuk layanan kepada masyarakat, perlu dipikirkan mekanisme rotasi koleksi buku. Jika suatu desa sudah beberapa kali dikunjungi, koleksinya perlu diperbarui agar masyarakat mendapatkan bacaan yang beragam,” terangnya.
Ia menekankan perlu adanya pendataan koleksi yang dibawa dalam setiap kunjungan serta survei minat baca masyarakat. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam pengembangan koleksi yang lebih sesuai dengan kebutuhan publik.
“Buku seperti apa yang diinginkan masyarakat perlu diketahui. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan saat menambah koleksi. Pemutaran buku, pemanfaatan koleksi, hingga strategi penambahan koleksi merupakan hal penting yang perlu dipikirkan,” tambahnya.
Aminudin juga mendorong agar perpustakaan menjadi pusat aktivitas akademik dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, berbagai program pengabdian dosen dan mahasiswa dapat diintegrasikan dengan kegiatan perpustakaan sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
“Perpustakaan bisa menjadi center of activity. Berbagai program pengabdian masyarakat dapat dikolaborasikan sehingga kerja-kerja literasi menjadi lebih optimal,” katanya. *** (WM/Ed:DRS/Dok:AIF)
Galeri









