UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang Jalani Akreditasi Perpustakaan Tahun 2025
Jakarta - Akreditasi perpustakaan tidak hanya sekadar penilaian administratif, melainkan juga sebagai sarana pemetaan untuk perbaikan dan peningkatan mutu layanan ke depan.
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, pada pembukaan Asesmen Lapangan Luring UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), secara daring pada Jumat (10/10/2025).
Deputi menyampaikan perpustakaan harus hadir sebagai ruang kreatif, ruang riset, dan ruang rekreasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi.
“Akreditasi bukan hanya mendapatkan nilai, tetapi juga untuk memetakan apa saja yang perlu diperbaiki ke depan. Perpustakaan harus menjadi ruang kreatif, ruang riset, dan rekreasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penguatan literasi, inovasi, dan kreativitas merupakan salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya Cita ke-4 tentang penguatan sumber daya manusia berbasis literasi, serta cita ke-8 yang berfokus pada pemajuan kebudayaan nasional.
"Perpustakaan memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat berpengetahuan, inovatif, dan kreatif yang berbasis pada literasi," imbuhnya.
Deputi menyampaikan, dari sekitar 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, baru 15 persen perpustakaan yang memenuhi Standar Masional Perpustakaan (SNP). "Ini adalah pekerjaan besar. Diperlukan kolaborasi, integrasi, dan inovasi untuk memastikan mutu layanan perpustakaan semakin baik," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Negeri Malang (UM), I Wayan Dasna, menjelaskan bahwa Perpustakaan UM terakhir kali memperoleh akreditasi pada tahun 2020. Dalam periode lima tahun terakhir, berbagai pengembangan telah dilakukan, baik dari sisi fasilitas, layanan digital, maupun peningkatan literasi akademik di lingkungan kampus.
Peprustakaan UM, lanjutnya, terletak strategis di pusat kampus dan dikelilingi area hijau, dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi mahasiswa dan dosen. Selain itu, perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat referensi digital dengan melanggan berbagai jurnal nasional dan internasional.
“Meski kini era digital berkembang pesat, perpustakaan tetap memiliki peran penting sebagai pusat literasi, riset, dan kolaborasi ilmiah,” tambahnya.
Reporter: Wara Merdeka
Galeri








