Wamendagri Tekankan Pentingnya Literasi untuk Hadapi Bonus Demografi
Bogor - Literasi menjadi kunci dalam menghadapi bonus demografi. Pasalnya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan generasi muda memanfaatkan bonus demografi yang mencapai puncaknya pada tahun 2030-2035.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, dalam Dialog pada kegiatan Pertemuan Pembelajaran Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2025, Selasa (11/11/2025).
"Indonesia saat ini berada di simpang jalan. Kita belum pernah ada di fase yang sangat menentukan seperti sekarang. Dalam dua dekade mendatang, sejumlah lembaga memprediksi Indonesia bisa menjadi negara maju, namun hanya jika bonus demografi dapat dimanfaatkan dengan tepat," ungkapnya.
Ia menambahkan, tidak banyak negara di dunia ini yang berhasil keluar dari jebakan kelas menengah.
"Kalau kita gagal memanfaatkan bonus demografi, kita dianggap gagal. Dan kalau sudah gagal, kita harus menunggu lebih lama lagi. Inti dari kesiapan generasi muda adalah literasi," imbuhnya.
Pengalaman selama sepuluh tahun memimpin Kota Bogor, lanjutnya, membuatnya mengerti perbedaan jelas antara orang yang terbiasa membaca dan tidak.
"Karena membaca bukan sekadar wawasan, tetapi ada sistematika berpikir, ada logika, kemampuan fokus, kematangan untuk berpegang nilai," lanjutnya.
Bima Arya berbagi pengalaman pribadinya yang tumbuh dengan budaya baca sejak kecil. Sejak TK, ayahnya mendorongnya menyukai buku lewat dongeng, kemudian membaca buku. "Setelah dijejali dengan dongeng, lalu disuruh baca buku. Di bangku SD langsung dikenalkan dengan buku dari Balai Pustaka," kisahnya.
Saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Ia menceritakan perjuangannya membangun perpustakaan daerah berbasis kolaborasi komunitas.
"Di Kota Bogor, saya berjuang ke DPRD untuk bangun perpustakaan. Konsepnya perpustakaan dan galeri, ada Bumi Parawira yang berisi sejarah kota Bogor, ini agar anak muda Bogor tahu sejarah kotanya, " terangnya.
Perpustakaan itu, imbuhnya, dikelola oleh komunitas agar lebih dekat dengan kebutuhan anak muda. "Gerakan literasi organik dari perpustakaan kecil di lingkungan justru lebih efektif membangun minat baca," pungkasnya.
Reporter: Wara Merdeka
Dokumentasi: Aji Anwar & Ahmad Kemal Nasution
Galeri










