Perpusnas Dukung Pengembangan Perpustakaan Sekolah Rakyat Tahun 2026
Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus mendukung pengembangan perpustakaan Sekolah Rakyat (SR). Dukungan tersebut mencakup sinkronisasi data, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan akreditasi perpustakaan.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan perpustakaan SR telah disiapkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melakukan sinkronisasi data karena masih terdapat perbedaan data terkait jumlah SR.
“Untuk mendukung Sekolah Rakyat kami sudah melakukan persiapan melalui rapat dan beberapa koordinasi. Kami datang ke sini untuk melakukan sinkronisasi data karena masih terdapat perbedaan data,” ungkapnya, Rabu (16/9/2026).
Selain itu, untuk penguatan kualitas layanan, Perpusnas pada tahun ini juga akan melaksanakan akreditasi terhadap 100 perpustakaan SR. Tahap awal akan diawali dengan kegiatan perkenalan dan koordinasi secara dari pada 1 Oktober 2026 mendatang. “Kami juga akan melaksanakan FGD akreditasi, ada empat lokus yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Deputi menambahkan, pihaknya juga menyiapkan program diklat bagi pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat. Diklat ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan perpustakaan Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menyampaikan bahwa pustakawan diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pengelolaan dan pelayanan bahan pustaka, tetapi ikut berperan dalam menciptakan perpustakaan sebagai ruang belajar bagi peserta didik.
Bahkan, ia mengusulkan, agar pustakawan juga mendapatkan tambahan kompetensi untuk mendukung kegiatan pembelajaran termasuk pendampingan belajar atau les.
“Pustakawan jangan hanya dipandang sebagai penjaga gudang buku. Mindset ini yang ingin saya ubah, bahwa pustakawan juga dapat melayani kegiatan belajar mengajar. Ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan sehingga perpustakaan benar-benar menjadi tempat belajar,” ungkapnya. *** (WM/Ed: BS/Dok: AA)
Galeri








